Rabu, 06 Maret 2013

Tempat wisata Indramayu

Tempat wisata Indramayu – Kabupaten Indramayu berbatasan dengan Laut Jawa di sebelah Utara, Kabupaten Cirebon di Tenggara, Kabupaten Majalengka dan Kabupaten Sumedang di Timur, dan Kabupaten Subang di Barat. Kota-kota penting di Indramayu di antaranya adalah Indramayu, Jatibarang, Haurgeulis dan Karangampel.
Kabupaten Indramayu juga memiliki beberapa tempat pariwisata yang patut anda kunjungi ketika anda berkunjung ke Indramayu. Berikut ini nama-nama tempat wisata di Indramayu.

  • Pulau Biawak
Tempat Wisata Indramayu
Pulau biawak merupakan objek wisata bahari dengan taman laut yang menampilkan ikan hias dan terumbu karang yang masih asri, yang merupakan surga bagi para pecinta olahraga menyelam. Pulau Biawak juga memiliki pasir putih, dan hutan bakau yang dan budi daya rumput laut, serta sebuah mercusuar yang dibangun pada tahun 1872 oleh ZM. Willem yang memiliki daya tarik tersendiri. Beberapa aktvitas rekreasi yang dapat anda lakukan di Pulau ini antara lain: menyelam, snorkeling, memancing dan wisata petualangan. Pulau biawak memiliki luas sekitar 120 Ha, yang terletak 40 km di sebelah utara Indramayu dan dapat dijangkau menggunakan perahu nelayan.
  • Pantai Tirtamaya
Tempat Wisata Indramayu
Pantai ini merupakan  yang paling banyak di kunjungi oleh para wisatawan, selain tempat pemandian air laut yang aman, pantai ini juga memiliki panorama pemandangan yang  indah, terutama pada saat terbit dan terbenamnya matahari. Pantai Tirtamaya terletak dijalur Jalan Raya Indramayu – Cirebon, sekitar 16 km dari kota Indramayu atau sekitar 38 km dari kota Cirebon.
  • Pantai Eretan
Tempat Wisata Indramayu
Pantai ini sangat cocok untuk tempat peristirahatan untuk sejenak melepas lelah bagi anda yang melakukan perjalanan dari Jakarta atau pulang ke Jakarta. Sepanjang pantai ditumbuhi oleh hitan mangrove yang rindang dan selain itu terdapat banyak restoran dan rumah makan yang siap menyajikan aneka hidangan iklan laut segar. Pantai ini terletak di daerah kandanghau, sekitar 39 km dari kota Indramayu.
  • Situ Bojongsari
Tempat Wisata Indramayu
Situ Bojongsari merupakan sebuah situ yang memiliki luas permukaan air sekitar 6 Ha. Aktivitas hiburan yang dapat anda lakukan di tempat ini antara lain: memancing, berkemah. Selain itu, anda juga dapat melakukan rekreasi air seperti sepeda air, perahu wisata serta olahraga dayung. Situ Bojongsari terletak di desa Bojongsari sekitar 2 Km dari pusat kota Indramayu.
  • Situ Bolang
Tempat Wisata Indramayu
Situ bolang yang terletak di desa Jatisura Kecamatan Cikedung sekitar 20 km dari kota Indramayu ini memiliki nuansa pedesaan yang sangat kental dengan pemandangan persawahan, ternak. Dengan tumbuhnya pohon mangga yang rindang disekeliling Situ Bolang, memberikan suasana yang nyaman. Anda dapat melakukan aktivitas, seperti memancing, berkemah, dan juga melakukan rekreasi air.
  • Koloni Banjar Kera
Tempat Wisata Indramayu
Tempat ini merupakan tempat wisata yang banyak dikunjungi oleh wisatawan karena memiliki daya tarik yang unik. Keunukan tempat ini berupa koloni kera yang sejak dulu hingga saat ini tidak pernah berkurang atau bertambah jumlahnya sebanyak 41 ekor kera. Wisata Koloni Banjar Kera  terletak di desa bulak, Kecamatan Jatibarang, sekitar 17 Km dari Kota Indramayu.
Selain tempat-tempat wisata di atas beberapa tempat wisata ziarah makam yang dapat anda temukan ketika anda berkunjung ke Indramyu seperti:
  • Makam Raden Arya Wiralodra
Wisata Indramayu di Blok Karangbaru, Desa Sindang. Ia adalah putra Tumenggung Gagak Singalodra dari Banyuurip, Bagelen, Jateng, yang membuka hutan di barat sungai Cimanuk, cikal bakal Indramayu.
  • Masjid Kuno Bondan Indramayu
Wisata ziarah di Indramayu yang disebut Mesjid Kuno Darussyajidin ini ada di Desa Bondan, Kertasemaya, berdiri 1414 H ini merupakan hasil musyawarah Syekh Datuk Khafi dengan masyarakat Bondan.
  • Makam Buyut Tambi
Makam Buyut Tambi terletak di Desa Tambi, Kecamatan Sliyeg, Indramayu, yang berada di jalur jalan Jatibarang-Indramayu.
  • Makam Pangeran Salawe
Wisata Indramayu berupa ziarah makam yang berada di Desa Dermayu, Kecamatan Sindang. Komplek makam ini ada pada sebidang tanah seluas 320 m2, berpagar tembok 20 x 16 m dengan tinggi 1,5 m.



Kesenian Kabupaten Indramayu

Kesenian kabupaten Indramayu sangat beraneka ragam dan itu merupakan sebuah seni yang patut dilestarikan. Jika kita berbicara Indramayu, berarti kita berbicara masalah kesenian kabupaten Indramayu yang sangat majemuk. Apa saja yang menjadi kesenian kabupaten Indramayu? Mungkin karena sangat beragamnya kami tidak bisa mengulas secara detail. Berbicara Indramayu, yang terpikirkan diotak kita adalah Jawa Barat dan juga pantura. Ya, karena Indramayu memang berada di Provinsi Jawa Barat dan juga dilewati oleh jalur pantura atau pantai utara.
Setiap daerah memiliki keanekaragaman kesenian, dan di kabupaten Indramayu terdapat beberapa kesenian yang patut untuk dibanggakan.
Apa saja kesenian itu, mari kita kulas satu persatu,
  • Tari Topeng
Tari topeng sebenarnya kesenian yang berasal dari daerah Cirebon dan juga termasuk Indramayu. Tarian ini merupakan salah satu tarian di tatar Parahyangan. Kenapa dinamakan tari topeng? Karena memang penarinya menggunakan topeng saat menari. Tapi anda jangan salah, tapi topeng juga beraneka ragam dan juga mengalami perkembangan dalam hal gerakannya, maupun cerita yang ingin disampaikan dalam tarian tersebut. Tari topeng bisa dilakukan sendiri dan ada juga yang dilakukan oleh beberapa orang.
 
Gerakan tangan dan tubuh yang gemulai, serta iringan musik yang didominasi oleh kendang dan rebab, merupakan ciri khas lain dari tari topeng. Sampai sekarang Kesenian tari topeng ini masih eksis dipelajari di sanggar-sanggar tari dan juga seing dipentaskan saat acara resmi daerah. Salah satu sanggar tari topeng yang ada di Indramayu adalah sanggar tari topeng yang dipunyai oleh Mimi Rasinah, yang terletak di Desa pekandangan, Indramayu. Mimi Rasinah adalah salah satu maestro tari topeng yang masih aktif menari dan mengajarkan kesenian tari topeng walaupun dia telah menderita lumpuh semenjak tahun 2006, Mimi Rasinah wafat pada bulan Agustus 2010.
  • Wayang Kulit
Kesenian ini memang sudah melekat pada masyarakat Jawa pada umumnya, begitu pula dengan Indramayu. Karena kesenian wayang kulit ini masih melekat pada masyarakat Indramayu. Dan wayang kulit Indramayu tidak ada bedanya dengan wayang kulit Jawa, yang berbeda hanya bahasanya saat dipentaskan. Pementasan Wayang Kulit masih sering diselenggarakan pada momen tertentu seperti hajatan, ataupun dipentaskan sebagai bagian dari adat tradisional lainnya, seperti Mapag Sri, Ngarot, Nadran, Ruwatan dan sebagainya. Dan ada beberapa dalang yang terkenal dari Indramayu seperti H. Anom Rusdi bersama dengan Group Langen Budaya dan juga satu lagi adalah H. Tomo bersama dengan Group Langen Kusuma.
  
  • Mapag Dewi Sri
Menurut kepercayaan masyarakat Indramayu, tradisi Mapag Dewi Sri wajib di adakan setiap tahunnya. Menurut cerita, pada tahun 1970-an pernah tidak melakukan ritual ini dikarenakan jumlah panen yang sedikit. Akibatnya banyak masyarakat setempat yang sakit. Semenjak itu pesta rakyat ini selalu diadakan tiap tahunnya tanpa melihat hasil panen.

  • Sintren
Sintren ini sebenarnya kesenian yang dimiliki oleh masyarakat Jawa. Kesenian ini terkenal di pesisir utara Jawa Tengah dan Jawa Barat, antara lain Pemalang, Pekalongan, Brebes, Banyumas, Kuningan, Cirebon, dan Indramayu. Banyak yang menyebut Sintren dengan sebutan Lais. Dan di Indramayu sintren dipentaskan pada saat acara tertentu saja.
 
  • Genjring Akrobat
Merupakan pertunjukan dengan menggunakan tangga sebagai medianya, sepeda roda satu dan lain sebagainya. Genjring Akrobat dalam penyajiannya diiringi alat musik Genjring/Rebana dengan dilengkapi tari Rudat.

  • Sandiwara
Kesenian ini hampir sama dengan seni pertunjukan ketoprak yang berasal dari Jawa. Kesenian sandiwara di kabupaten Indramayu biasanya mengisahkan tentang legenda dan sejarah., adalah sebuah pertunjukan pentasan sebuah cerita atau disebut pula lakon dalam bahasa Jawa.
 
  • Tarling
Tarling merupakan seni musik yang ditampilkan dengan menggunakan gitar dan suling. Dimana gitar dan suling menjadi pengiring dalam kesenian ini. Kesenian ini mengukuti perkembangan zaman, karena sekarang tarling tidak hanya di iringi dengan gitar dan suling saja tetapi juga dilengkapi dengan alat musik modern.
  • Berokan
Berokan merupakan kesenian yang berasal dari Indramayu, dimana kesenian ini hampir sama dengan kesenian Barongsai yang berasal dari cina.
 
  • Singa Depok dan Kebo Ngamuk
Kesenian ini mirip degan kesenian sisingaan yang berasal dari Subang dan mulai dimodifikasi dengan adanya Kebo Ngamuk dan Burok.
Dan ada lagi kesenian tulis yang berasal dari kabupaten Indramayu. Yaitu Batik tulis paoman atau batik Indramayu. Batik berciri khas pesisir yang memiliki corak yang berbeda dnegan batik dari daerah lain. Perpaduan antara kepercayaan, adat istiadat, seni dan lingkungan kehidupan daerah pesisir, ditambah lagi adanya pengaruh dari luar, seperti Cina, Arab dan Timur Tengah, Hindu-Jawa serta Eropa ikut memengaruhi terbentuknya motif dan karakter batik tulis pesisir. Industri dari dari kerajinan ini berada di daerah Paoman Desa Pabean Udik, Kecamatan Indramayu dan Terusan, Sindang, Indramayu. Dan produksinya sudah menembus pasar Internasional.
Kesenian kabupaten Indramayu sebenarnya ada beberapa yang sama dengan daerah lain. Tapi tetap saja mempunyai beberapa perbedaan yang menciri khaskan daerah Indramayu. Jika Anda melewati jalur pantura silahkan Anda mampir di Indramayu untuk melihat kesenian Indramayu yang unik dan indah. Atau hanya sekedar mencicipi wisata kuliner yang ada di kabupaten Indramayu.

PROSES TERJADINYA KOTA INDRAMAYU
 Menurut Babad Dermayu penghuni partama daerah Indramayu adalah Raden Aria Wiralodra yang berasal dari Bagelen Jawa Tengah putra Tumenggung Gagak Singalodra yang gemar melatih diri olah kanuragan, tirakat dan bertapa. Suatu saat Raden Wiralodra tapa brata dan semedi di perbukitan melaya di kaki gunung sumbing, setelah melampau masa tiga tahun ia mendapat wangsit “Hai wiralodra apabila engkau ingin berbahagia berketurunan di kemudian hari carilah lembah Sungai Cimanuk. Manakala telah tiba disana berhentilah dan tebanglah belukar secukupnya untuk mendirikan pedukuhan dan menetaplah disana, kelak tempat itu akan menjadi subur makmur serta tujuh turunanmu akan memerintan disana”. Dengan didampingi Ki Tinggil dan berbekal senjata Cakra Undaksana berangkatlah mereka ke arah barat untuk mencari sungai Cimanuk. Suatu senja sampailah mereka di sebuah sungai, Wiralodra mengira sungai itu adalah Cimanuk maka bermalamlah disitu dan ketika pagi hari bangun mereka melihat ada orang tua yang menegur dan menanyakan tujuan mereka. Wiralodra menjelaskan apa maksud dan tujuan perjalanan mereka, namun orang tua itu berkata bahwa sungai tersebut bukan cimanuk karna cimanuk telah terlewat dan mereka harus balik lagi ke arah timur laut. Setelah barkata demikian orang tarsebut lenyap dan orang tua itu menurut riwayat adalah Ki Buyut Sidum, Kidang Penanjung dari Pajajaran. Ki Sidum adalah seorang panakawan tumenggung Sri Baduga yang hidup antara tahun 1474 - 1513. Kemudian Raden Wiralodra dan Ki Tinggil melanjutkan perjalanan menuju timur laut dan setelah berhari-hari berjalan mereka melihat sungai besar, Wiralodra berharap sungai tersebut adalah Cimanuk , tiba-tiba dia melihat kebun yang indah namun pemilik kebun tersebut sangat congkak hingga Wiralodra tak kuasa mengendalikan emosinya ketika ia hendak membanting pemilik kebun itu, orang itu lenyap hanya ada suara “Hai cucuku Wiralodra ketahuilah bahwa hamba adalah Ki Sidum dan sungai ini adalah sungai Cipunegara, sekarang teruskanlah perjalanan kearah timur, manakala menjumpai seekor Kijang bermata berlian ikutilah dimana Kijang itu lenyap maka itulah sungai Cimanuk yang tuan cari.”. Saat mereka melanjutkan perjalanan bertemulah dengan seorang wanita bernama Dewi Larawana yang memaksa untuk di persunting Wiralodra namun Wiralodra menolaknya hingga membuat gadis itu marah dan menyerangnya. Wiralodra mengelurkan Cakranya kearah Larawana, gadis itupun lenyap barsamaan dengan munculnya seekor Kijang. Wiralodra segera mengejar Kijang itu yang lari kearah timur, ketika Kijang itu lenyap tampaklah sebuah sungai besar. Karena kelelahan Wiralidra tertidur dan bermimpi bertemu Ki Sidum , dalam mimpinya itu Ki Sidum berkata bahwa inilah hutan Cimanuk yang kelak akan menjadi tempat bermukim. Setelah ada kepastian lewat mimpinya Wiralodra dan Ki Tinggil membuat gubug dan membuka ladang, mereka menetap di sebelah barat ujung sungai Cimanuk. Pedukuhan Cimanuk makin hari makin banyak penghuninya. diantaranya seorang wanita cantik paripurna bernama Nyi Endang Darma. Karena kemahiran Nyi Endang dalam ilmu kanuragan telah mengundang Pangeran Guru dari Palembang yang datang ke lembah Cimanuk bersama 24 muridnya untuk menantang Nyi Endang Darma namun semua tewas dan dikuburkan di suatu tempat yang sekarang terkenal dengan “Makam Selawe”. Untuk menyaksikan langsung kehebatan Nyi Endang Darma, Raden Wiralodra mengajak adu kesaktian dengan Nyi Endang Darma namun Nyi Endang Darma kewalahan menghadapi serangan Wiralodra maka dia meloncat terjun ke dalam Sungai Cimanuk dan mengakui kekalahannya. Wiralodra mengajak pulang Nyi Endang Darma untuk bersama-sama melanjutkan pembangunan pedukuhan namun Nyi Endang Darma tidak mau dan hanya berpesan, “Jika kelak tuan hendak memberi nama pedukuhan ini maka namakanlah dengan nama hamba, kiranya permohonan hamba ini tidak berlebihan karena hamba ikut andil dalam usaha membangun daerah ini”. Untuk mengenang jasa orang yang telah ikut membangun pedukuhannya maka pedukuhan itu dinamakan “DARMA AYU” yang di kemudian hari menjadi “INDRAMAYU”. Berdirinya pedukuhan Darma Ayu memang tidak jelas tanggal dan tahunnya namun berdasarkan fakta sejarah Tim Peneliti menyimpulkan bahwa peristiwa tersebut terjadi pada jum’at kliwon, 1 sura 1449 atau 1 Muharam 934 H yang bertepatan dengan tanggal 7 Oktober 1527 M.